Halo lagi! Saya Ayodhya. Nah disini saya akan mereview salah satu film lama yang menurut saya kurang terkenal, tapi tetep keren dan layak untuk segera di streaming di Disney+. Film ini berjudul Dead Poets Society.
Dead Poets Society adalah film asal Amerika yang diproduksi pada tahun 1989. Dibintangi oleh actor terkenal Robin Williams, Ethan Hawke, dan Robert Sean Leonard. Dan telah memenangkan Academy Award untuk nominasi Best Director, Best Picture, dan Best Actor untuk Robin Williams.
Film ini bercerita tentang Mr. Keating, seorang guru bahasa Inggris di sebuah academy Welton yang khusus untuk laki-laki pada tahun 1950-an. Sang guru gemar memberi inspirasi muridnya untuk selalu mengisi hidupnya sebaik-baiknya melalui kutipannya, "Seize the day, boys!"
Tujuh murid laki-laki, Neil Perry, Todd Anderson, Knox Overstreet, Charlie Dalton, Richard Cameron, Steven Meeks dan Gerard Pitts baru saja masuk Akademi Welton. Akademi ini merupakan salah satu akademi bergengsi di Amerika Serikat dan masih kuat pengaruh budaya dan agamanya.
Pada awal dimulainya kelas, Mr. Keating baru saja memulai pelajaran. Seorang siswa membaca pengantar buku berisi puisi, yang menyebutkan bagaimana mengukur kualitas sebuah puisi menggunakan skala dan grafik. Keating, sebaliknya malah menyuruh muridnya merobek halaman pengantar puisi di buku tersebut. Kemudian menjelaskan bahwa dalam hidup, kita harus berpikir bebas dan tidak selalu menganut peraturan yang sudah ada.
Suatu hari pun Neil menemukan buku tahunan lama yang berisi foto Mr. Keating. Tertulis dalam buku tersebut bahwa Mr. Keating merupakan anggota club Dead Poets Society yang sifatnya rahasia. Dalam club itu anggotanya akan membaca puisi dan memahaminya. Neil pun mendirikan sebuah club yang sama dengan teman-temannya. Dengan adanya club tersebut, Neil dan teman-temannya pun semakin menyelami konsep free thinking yang dibawa sang guru.
Konsep free thinking seperti ini menjadi masalah ketika Neil, yang memutuskan untuk mengikuti passion nya belajar drama daripada kedokteran yang sudah disarankan orang tuanya. Neil akhirnya bunuh diri di ruang kerja ayahnya setelah penampilan dramanya di sekolah gagal membuat orang tuanya bangga. Karena kematian siswa tersebut, keberadaan club Dead Poets Society menjadi terungkap. Akhirnya, Mr. Keating dikeluarkan dari sekolah karena dianggap guru yang mempengaruhi Neil hingga bunuh diri.
Walau Mr. Keating tidak bisa mengubah sistem pendidikan dalam sekolah ini, ia dapat menunjukkan sudut pandang baru dalam melihat kehidupan terhadap muridnya.
Film bergenre drama ini memiliki setting tempat yang sangat bagus. Kesan vintage tahun 1950 an nya pun cukup terasa melalui baju-baju yang dikenakan hingga interior ruangannya yang didesain sesuai setting waktu. Aktor yang memerankan karakter-karakternya juga sangat meyakinkan. Alur dengan mudah dapat dipahami. Namun, pesan moral kurang mudah untuk dimengerti. Dan banyak kata kasar yang diucapkan. Adanya adegan kekerasan juga terdapat di beberapa scene.
Nah, berikut ini adalah salah satu cuplikan dari Dead Poets Society:



.jpg)

0 Comments